Translate

Senin, 21 Juli 2014

puisi

                                                              YANG TERHINA
Awal mula ku bahagia mendekatimu, tersenyum di depanmu hingga ku tlah jatuh asmara denganmu
raut wajah yang ceria engkau berikan terhadapku, hingga engkaupun bahagia bersamaku, bahagia bersamaku, senang denganku, sampai akhirnya kau jatuh dalam pelukanku
berjalan di tengah kehidupan api membara, tak tahan ku melihat tangismu yang terus mengalir di pipimu, entah karena apa
ku usap dengan kedua tanganku berharap mengahpus luka derita yang kau pendam selama ini.
Saat ku menghilang tanpa ada kabar dariku, kehidupanmu dalam diam kau berfikir seolah ku tak mencintaimu
harapan menjadi sirna....
pergilah bersama orang yang bisa menyayangimu, memberi waktu padamu, yang selalu menasehatimu
bila engkau bersamaku maka engkau akan menderita
tidak bahagia
dan belum tentu kehidupanmu menjadi mempesona laksana bidadari syurga
karena diriku yang selalu terhina....

By; Amir jamaludin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar