Translate

Senin, 01 September 2014

Sholatlah sebelum di sholatkan

         ''Aku tunggu 10 menit dari sekarang, jangan lama2 anisa'' romi mengaturku saat aku turun dari motornya dan masuk ke dalam rumah dengan terburu-buru. Saat itu aku tidak melihat bu de yang lagi duduk di ruang tv sebelah kamarku, aku langsung berlari kekamar melepas kerudung berwarna putih yang menutupi aurat di kepalaku kemudian mengganti seragam sekolahku dengan baju bermain.
''Anisa,, kamu sudah pulang ndok.., kok tidak mengucapkan salam? Bu de menghampiriku di kamar.
''Maaf bu de aku tidak melihat bu de tadi'' aku menjawab sambil menyisir rambutku dengan tatanan rapi
''Aduh aduh,, cantik sekali keponakan bude, sama seperti almarhummah ibu kamu dulu'' bu de membelai rambut panjang lurusku yang sudah tertata rapi
''tittt,, titt,,'' suara rizki mengklakson motornya
''Itu teman2 kamu? Kenapa tidak di suruh masuk?'' Tanya bu de
''nggak usah bu de, aku mau pergi lagi sama mereka'' jawabku kemudian pergi
''Eh, eh, tunggu dulu, sholat dzuhur dulu ndok...'' bu de bicara denganku yang sudah keluar kamar
''tidak ada waktu bu de, nanti sehabis pulang main sama mereka aja sholatnya'' aku menjawab dengan nada suara keras karena sudah berjalan keluar dari rumah dan hampir mendekati romi,rizki dan citra,
''Pulang jangan kesorean anisa'' pesan bu de juga dengan teriak karna sudah tak melihatku di hadapannya lagi, setelah itu aku tidak lagi bercakapan dengan bu de.
              Di jalan kita ngobrol bersama pasangan satu motor masing2, aku dengan romi, dan citra dengan rizki hingga setengah jam perjalan serasa seperti 5 menit sampailah kita di tempat tujuan, di pantai terdekat dari desa tempat tinggal kami,, sebenarnya kedatangan kita ke pantai bukan untuk apa-apa, bukan untuk tugas sekolah, atau untuk kepentingan lainnya, melainkan hanya untuk senang2 saja, lari kesana kemari, guyur2an air pantai, bermain pasir dan ombak, hanya itu saja membuat waktu rasanya sangat cepat berlalu, aku rasa baru saja kita sampai, namun hari sudah mulai gelap, waktu menunjukkan pukul 6 sore, awalnya karena terlalu asik bermain aku pun melupakan amanat dari bu de agar aku tidak pulang terlalu malam.
''Gawat,,, udah jam 6 ternyata, kita pulang yuk, bu de pasti nyariin aku'' aku mengajak mereka pulang dan merasa bersalah sama bu de, sudah melanggar amanatnya
''Waktu cepat banget yah berlalu, padahal lagi asik main'' keluh rizki
''Aduh bagaimana ini? Dzuhur aku nggak sholat, ashar juga nggak, sekarang udah maghrib kita sholat dulu yuk, bu de pasti marah kalau tahu aku tidak sholat'' aku karena takut bu de marah.
''Nanti ajalah sholatnya sampai rumah, sekarang kita pulang dulu, dari pada kamu di marahin sama bu de kamu'' usul citra
''Tapi kalau bu de marah gara2 aku nggak sholat bagaimana?'' Aku masih kebingungan
''Aduh anisa,, repot banget sih, kan masih bisa di qhodo' sholatnya, lagian kita masih muda, masih banyak waktu untuk sholat'' ujar rizki.Jujur aku kaget rizki ngomong seperti itu dan hendak menjawabnya tapi keburu romi bicara
''Udahlah ayo pulang'' kata romi sambil memakai helm motornya
''Tapi bu de bilang kalau maghrib seperti ini tidak boleh keluyuran atau berkendara ke jalanan, tunggu sampai berhenti adzan'' aku sedikit takut
''Ah udah lah terserah kamu aja, mau pulang apa nggak'' rizki sepertinya kesal terhadapku, dia mulai menyalakan mesin motornya
''udah kamu jangan berfikir yang aneh2, kita pasti bisa selamat sampe rumah kok, ayo pulang'' citra menarik tanganku menyuruhku naik ke motor romi yang juga sudah di nyalakan. Tidak ada pilihan lain, berdo'a dan yakin sajalah bahwa Allah akan melindungi kita ber 4.
                Akhirnya motor melaju, , romi melajukannya dengan kecepatan yang belum pernah aku alami selama naik motor
''Rom, kurangi kecepatannya dong, pelan2 aja'' aku merasa takut karena jalan pun sudah remang2, sudah mulai gelap
''Kamu tenang aja, biar cepat sampai rumah, daripada kamu di marahin bu de kamu'' jawab romi. Aku diam, tidak bisa lagi berpendapat apa2, tanganku semakin erat menggenggam pinggang romi karena takut akan kecepatan yang dia tempuh. Begitupun dengan rizki, melajukan motornya sangat kencang dan kencang lagi, yang tadinya berada di belakang kita dia berusaha menambah kecepatannya untuk mendahului kita.
Naas, tanpa sepengetahuan rizki sendiri terdapan mobil truk pengangkut pasir dari arah depan kita yang juga melaju sangat kencang melebihi kecepatan mengendara kita, terlanjur dia sudah berada di sebelah motor romi dia pun tidak tau apa yang harus dia perbuat, mengerem sudah terlanjur, melanjutkan pun malah tambah hancur, hingga akhirnya dia kehilangan keseimbangan, motornya menyerempet motor romi yang aku dan romi kendarai dan.....
''Braaakkk....'' tepat di muka mobil
''Tidaaakkk...'' aku terkejut yang melihat kejadiannya secara langsung, motornya hancur lebur benatakan, rizki dan citra terdampar entah kemana, ku lihat romi pun sudah tergeletak di depanku, setelah itu aku tidak tau apa lagi yang terjadi.
Sampai esok hari dengan kain perban menggulung di kepalaku, luka bakar tedapat di seluruh tubuhku, dengan menggunakan kursi roda bu de mendorongku hingga ku temui citra dan rizki yang berbaring tertutup kain putih, bahkan aku tidak mengenali mereka, kepala mereka hancur berantakan seperti bukan lagi kepala.
           Atas kejadian itu semua aku menangis sejadi-jadinya, melanggar amanat bu de untuk tetap mengenakan jilbab sebagai wanita muslimah dan tetap melaksanakan sholat dimanapun dan kapan pun, kemarin aku, romi, citra dan rizki baik2 saja, masih bisa melihat, berjalan juga sekolah, hari ini harus aku percayai bahwa kedua sahabatku itu sudah berpulang ke tempat asal kita di umur yang sangat muda. aku ingat, bu de pernah bilang bahwa jilbab akan menjadi pelindungi kita dimanapun kita berada, dan sholatlah sebelum kita di sholatkan, dalam keadaan apapun, kapanpun, dan dimanapun kita berada karena umur kita tidak menjamin akan hidup dan mati kita. Bahwasann Allah SWT lah sang pemilik kehidupan, maha dari segala maha dengan 99 sifat nya yang tercatat sebagai asma'ul husna, dan hanya pada -Nya lah kita berserah diri dan memohon perlindungan..

''Maka celakalah orang2 yang sholat (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya'' Qs. Al-maa'uun ayat 4-5.

                   SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar