Seperti biasa diadakan di setiap tahunnya, aku mengikuti perkemahan bersama teman2ku di sekolah, moment yang paling menyenangkan bagiku, karena selain bisa menambah pengetahuan tentang alam, juga bersama teman2 menelusuri bukit dan hutan.
Dalam permainan berkemah sudah di atur oleh kakak pembina beberapa kelompok untuk mencari jejak peta yang sudah mereka sembunyikan di tempat2 tertentu, terdapat 5 orang perkelompok, dengan semangat dan suka cita kami semua berbondong-bondong untuk bisa melewati tantangan dari kakak pembina.
Waktu itu, hari sudah mulai sore, namun kelompok kami belum juga menemukan keberadaan peta yang tinggal hanya satu, ku rasa mungkin hanya kelompok kami yang belum sampai di tempat perkemahan.
''aduuhh,, pengen pipis nih, kalian tunggu disini yah, aku udah nggak tahan nih..'' aku sambil cengar-cengir menahan pipis.
''ya udah pipis disitu gih, jangan lama2'' jawab rina teman sekelompokku sambil menunjuk ke arah semak2 terdekat. dan aku segera pergi ke arah yang rina tunjuk tadi.
Padahal tidak lama aku pipis, tapi pas aku kembali di tempat kita berkumpul tadi, mereka tidak ada di situ, entah kenapa mereka meninggalkanku, padahal mereka sudah berjanji akan menungguku.
''vita.. rina.. nadia.. bagus.. ryan.. dimana kalian..?'' satu persatu ku panggil nama mereka, jujur takut yang menyertai langkahku, dan aku menangis, sedih dengan perlakuan mereka yang seperti itu, entah mengapa mereka begitu.
Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali ku mencari dan berteriak memanggil mereka, tapi semakin aku mencari, semakin aku jauh dari perkemahan dan masuk ke tengah hutan. Hingga malam yang mencengkram tiba, sendiri, di tengah hutan, fikiranku sudah melayang kemana-mana, bahkan aku sudah pasrah, ku rasa mungkin aku akan mati di tempat itu, hari itu juga.
''rina,, vita,, dimana kalian? kenapa kalian tega meninggalkanku?'' aku menangis di bawah pohon besar yang hanya rimbun rerumputan dan semak-semak di sekitarnya, bahkan aku tak berani untuk melihat di sekelilingku, aku benar2 merasa takut.
''jangan takut, jangan menangis, ikutlah bersamaku'' seorang pemuda gagah, berpakaian seperti raja di kerajaan zaman dulu, dia mengulurkan tangannya untuk mengajaku bersamanya.
''kamu siapa? tolong jangan sakiti aku'' awalnya aku benar2 takut, aku menangis sejadi-jadinya
''tidak usah takut, aku tidak akan menyakitimu'' kemudian dia pun mengangkat dan membangkitkanku yang duduk kedinginan di bawah pohon. Akupun bangun, tapi aku masih tidak berani untuk menatap wajahnya, bagaimana kalau pas aku lihat wajahnya ternyata berwajah srigala, atau zombi??.. yang ada dalam bayanganku
''aku niko..'' dia pun mengulurkan tangannya mengajakku berkenalan, dan aku mencoba memberanikan diri untuk menatap wajahnya dengan tubuhku yang gemetaran karna takut
''aku vanessa'' awalnya ku kira mungkin aku akan jatuh pingsan setelah melihat wajahnya, namun ternyata tidak, wajahnya begitu mempesona, dan mampu menghilangkan ketakutanku dan memberanikanku untuk menjabat tangannya untuk berkenalan dengannya.
''apa yang kamu lakukan di tengah hutan malam2 begini sendirian?'' dia memulai percakapan, kita duduk berdua di bawah pohon besar setelah cukup lama kita berjalan
''aku mencari teman2ku, mereka meninggalkanku sampai aku tersesat seperti ini, kamu sendiri ngapain disini sendirian?'' itu pertanyaan yang wajib ku pertanyakan padanya
''kamu pasti lapar, aku ajak kamu kerumahku, kita makan malam bersama, yuk..'' tapi dia mengalihkan pembicaraan
''memangnya rumah kamu dimana?'' karna aku memang lapar
''ikut aku..'' dia menarik tanganku, hingga sampai kita di sebuah rumah seperti istana, sangat mewah, dari sudut ke sudut bangunanya terlihat berkilau seperti emas dan perak, megah dan sangat indah, menakjubkan,,, ku rasa aku hanya sedang bermimpi.
''Ini rumah kamu..?" aku sambil terkagum-kagum melihat rumah itu.
''Ayo masuk'' ajak niko. Kala itu aku sudah tidak merasa takut lagi, hanya saja ku rasa aneh, seperti di negri dongeng keberadaanku saat itu.
Terdapat buah2an dan banyak kue2 dan makanan lainnya tersuguh di meja saat aku sudah memasuki istana itu bersama niko, semuanya serba ada, sepertinya yg menyuguhkan sudah tahu akan ada aku datang di istana ini, di malam itu aku dan niko layaknya putri dan pangeran, di sertai dayang2 yang bersedia melayani kita. Kita makan malam bersama.
''Niko..'' tiba2 suara yg keras dan terdegar garang memanggil niko, saat ku menegok ke arah orang yg memanggil iko itu, seorang pria dan wanita sebaya mama dan papaku yg terlihat, mereka pun mengenakan pakaian raja dan ratu kerajaan. Aku tidak mampu untuk berkata-kata, bingung sendiri di buat mereka.
''Apa yang kamu lakukan..?'' tanya pria raja itu terhadap niko yang mendadak bangkit dari duduknya dan menghentikan makannya. Aku pun ikut berdiri, jujur aku takut dengan kedatangan mereka.
''Aku hanya mengajak temanku makan'' dia sedikit ketakutan, aku hanya senyum menyapa mereka.
''Kamu, kembalilah ke alammu sendiri'' dari perkataannya itu aku mulai mengerti bahwa aku bukanlah ada di alam ku sendiri, dan itu membuatku sangat takut, namun ntah apa yang harus aku lakukan aku sendiri tak tau
''Tidak, dia akan disini selamanya, dia akan menjadi ratuku'' niko menjawab dengan menantang
''Niko...'' ibu ratu itu seakan terkejut.
''Bawa dia masuk'' kemudian sang bapak raja menyuruh beberapa orang untuk membawa niko masuk kedalam dan aku di tinggal sendirian.
''Tidak, aku tidak mau,, aku ingin bersama vanessa, vanessa...'' niko berteriak yang sudah tertarik masuk kedalam, entah mengapa aku tidak bisa berkata, aku hanya diam, padahal aku takut menyaksikan tragedi menyeramkan dan menyedihkan itu.
''Vanesa,,,vanessa,,,'' niko masih memanggilku, yang lambat laun semakin suara niko jauh terdengar, semakin jelas dan dekat terdengar suara kak roni, kakak pembina pramukaku
''Vanessa....'' yang kemudian juga ryan
''Vanessa...'' dan bersamaan mereka memanggi.
''Vanesa.. kak roni, vita, ryan, bagus, itu vanessa'' terdengar suara nadia seperti terkejut, dan kemudian menghampiriku yg masih setengah tidak sadar tergeletak di bawah pohon besar.
''Vanessa...'' vita membangunkanku, memang sebelum mereka sampai pun sesungguhnya aku sudah setengah sadar. Aku bangkit dari keterbaringanku yang entah aku tak tahu apa penyebabnya
''Vanessa, ma'afin aku, kemaren aku terburu-buru pergi meninggalkanmu karena begitu gembiranya saat ryan bilang udah nemuin peta, aku nggak tau kejadiannya akan seperti ini'' rina menjelaskan apa yang sudah terjadi, dengan penyesalan yang tergambar di wajahnya, aku hanya senyum
''Apa yang terjadi padamu nes, kenapa kamu ada di sini? Kamu tidur disini ataukah pingsan?'' Lanjut vita ingin tahu, aku sendiri masih bingung dengan apa yang sudah terjadi semalam, sehingga aku masih tak dapat terkata-kata.
''Sudahlah, biarkan vanesa tenang dulu, kita kembali ke tenda'' kak roni mengatur, dan kita kembali ke tenda.
Entah apa yang terjadi semalam, biarkanlah semua itu berlalu, mungkin itu hanya mimpiku saja, atau bahkan laki2 yang menyebut dirinya niko itu adalah pangeran di hayalanku. Dan malam itu, akan menjadi malam yang takkan terlupakan olehku.
''Niko,,, terimakasih untuk malam kemarin...'' bisik hatiku membawa langkahku menjauh dari tempat itu...
SELESAI
Dalam permainan berkemah sudah di atur oleh kakak pembina beberapa kelompok untuk mencari jejak peta yang sudah mereka sembunyikan di tempat2 tertentu, terdapat 5 orang perkelompok, dengan semangat dan suka cita kami semua berbondong-bondong untuk bisa melewati tantangan dari kakak pembina.
Waktu itu, hari sudah mulai sore, namun kelompok kami belum juga menemukan keberadaan peta yang tinggal hanya satu, ku rasa mungkin hanya kelompok kami yang belum sampai di tempat perkemahan.
''aduuhh,, pengen pipis nih, kalian tunggu disini yah, aku udah nggak tahan nih..'' aku sambil cengar-cengir menahan pipis.
''ya udah pipis disitu gih, jangan lama2'' jawab rina teman sekelompokku sambil menunjuk ke arah semak2 terdekat. dan aku segera pergi ke arah yang rina tunjuk tadi.
Padahal tidak lama aku pipis, tapi pas aku kembali di tempat kita berkumpul tadi, mereka tidak ada di situ, entah kenapa mereka meninggalkanku, padahal mereka sudah berjanji akan menungguku.
''vita.. rina.. nadia.. bagus.. ryan.. dimana kalian..?'' satu persatu ku panggil nama mereka, jujur takut yang menyertai langkahku, dan aku menangis, sedih dengan perlakuan mereka yang seperti itu, entah mengapa mereka begitu.
Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali ku mencari dan berteriak memanggil mereka, tapi semakin aku mencari, semakin aku jauh dari perkemahan dan masuk ke tengah hutan. Hingga malam yang mencengkram tiba, sendiri, di tengah hutan, fikiranku sudah melayang kemana-mana, bahkan aku sudah pasrah, ku rasa mungkin aku akan mati di tempat itu, hari itu juga.
''rina,, vita,, dimana kalian? kenapa kalian tega meninggalkanku?'' aku menangis di bawah pohon besar yang hanya rimbun rerumputan dan semak-semak di sekitarnya, bahkan aku tak berani untuk melihat di sekelilingku, aku benar2 merasa takut.
''jangan takut, jangan menangis, ikutlah bersamaku'' seorang pemuda gagah, berpakaian seperti raja di kerajaan zaman dulu, dia mengulurkan tangannya untuk mengajaku bersamanya.
''kamu siapa? tolong jangan sakiti aku'' awalnya aku benar2 takut, aku menangis sejadi-jadinya
''tidak usah takut, aku tidak akan menyakitimu'' kemudian dia pun mengangkat dan membangkitkanku yang duduk kedinginan di bawah pohon. Akupun bangun, tapi aku masih tidak berani untuk menatap wajahnya, bagaimana kalau pas aku lihat wajahnya ternyata berwajah srigala, atau zombi??.. yang ada dalam bayanganku
''aku niko..'' dia pun mengulurkan tangannya mengajakku berkenalan, dan aku mencoba memberanikan diri untuk menatap wajahnya dengan tubuhku yang gemetaran karna takut
''aku vanessa'' awalnya ku kira mungkin aku akan jatuh pingsan setelah melihat wajahnya, namun ternyata tidak, wajahnya begitu mempesona, dan mampu menghilangkan ketakutanku dan memberanikanku untuk menjabat tangannya untuk berkenalan dengannya.
''apa yang kamu lakukan di tengah hutan malam2 begini sendirian?'' dia memulai percakapan, kita duduk berdua di bawah pohon besar setelah cukup lama kita berjalan
''aku mencari teman2ku, mereka meninggalkanku sampai aku tersesat seperti ini, kamu sendiri ngapain disini sendirian?'' itu pertanyaan yang wajib ku pertanyakan padanya
''kamu pasti lapar, aku ajak kamu kerumahku, kita makan malam bersama, yuk..'' tapi dia mengalihkan pembicaraan
''memangnya rumah kamu dimana?'' karna aku memang lapar
''ikut aku..'' dia menarik tanganku, hingga sampai kita di sebuah rumah seperti istana, sangat mewah, dari sudut ke sudut bangunanya terlihat berkilau seperti emas dan perak, megah dan sangat indah, menakjubkan,,, ku rasa aku hanya sedang bermimpi.
''Ini rumah kamu..?" aku sambil terkagum-kagum melihat rumah itu.
''Ayo masuk'' ajak niko. Kala itu aku sudah tidak merasa takut lagi, hanya saja ku rasa aneh, seperti di negri dongeng keberadaanku saat itu.
Terdapat buah2an dan banyak kue2 dan makanan lainnya tersuguh di meja saat aku sudah memasuki istana itu bersama niko, semuanya serba ada, sepertinya yg menyuguhkan sudah tahu akan ada aku datang di istana ini, di malam itu aku dan niko layaknya putri dan pangeran, di sertai dayang2 yang bersedia melayani kita. Kita makan malam bersama.
''Niko..'' tiba2 suara yg keras dan terdegar garang memanggil niko, saat ku menegok ke arah orang yg memanggil iko itu, seorang pria dan wanita sebaya mama dan papaku yg terlihat, mereka pun mengenakan pakaian raja dan ratu kerajaan. Aku tidak mampu untuk berkata-kata, bingung sendiri di buat mereka.
''Apa yang kamu lakukan..?'' tanya pria raja itu terhadap niko yang mendadak bangkit dari duduknya dan menghentikan makannya. Aku pun ikut berdiri, jujur aku takut dengan kedatangan mereka.
''Aku hanya mengajak temanku makan'' dia sedikit ketakutan, aku hanya senyum menyapa mereka.
''Kamu, kembalilah ke alammu sendiri'' dari perkataannya itu aku mulai mengerti bahwa aku bukanlah ada di alam ku sendiri, dan itu membuatku sangat takut, namun ntah apa yang harus aku lakukan aku sendiri tak tau
''Tidak, dia akan disini selamanya, dia akan menjadi ratuku'' niko menjawab dengan menantang
''Niko...'' ibu ratu itu seakan terkejut.
''Bawa dia masuk'' kemudian sang bapak raja menyuruh beberapa orang untuk membawa niko masuk kedalam dan aku di tinggal sendirian.
''Tidak, aku tidak mau,, aku ingin bersama vanessa, vanessa...'' niko berteriak yang sudah tertarik masuk kedalam, entah mengapa aku tidak bisa berkata, aku hanya diam, padahal aku takut menyaksikan tragedi menyeramkan dan menyedihkan itu.
''Vanesa,,,vanessa,,,'' niko masih memanggilku, yang lambat laun semakin suara niko jauh terdengar, semakin jelas dan dekat terdengar suara kak roni, kakak pembina pramukaku
''Vanessa....'' yang kemudian juga ryan
''Vanessa...'' dan bersamaan mereka memanggi.
''Vanesa.. kak roni, vita, ryan, bagus, itu vanessa'' terdengar suara nadia seperti terkejut, dan kemudian menghampiriku yg masih setengah tidak sadar tergeletak di bawah pohon besar.
''Vanessa...'' vita membangunkanku, memang sebelum mereka sampai pun sesungguhnya aku sudah setengah sadar. Aku bangkit dari keterbaringanku yang entah aku tak tahu apa penyebabnya
''Vanessa, ma'afin aku, kemaren aku terburu-buru pergi meninggalkanmu karena begitu gembiranya saat ryan bilang udah nemuin peta, aku nggak tau kejadiannya akan seperti ini'' rina menjelaskan apa yang sudah terjadi, dengan penyesalan yang tergambar di wajahnya, aku hanya senyum
''Apa yang terjadi padamu nes, kenapa kamu ada di sini? Kamu tidur disini ataukah pingsan?'' Lanjut vita ingin tahu, aku sendiri masih bingung dengan apa yang sudah terjadi semalam, sehingga aku masih tak dapat terkata-kata.
''Sudahlah, biarkan vanesa tenang dulu, kita kembali ke tenda'' kak roni mengatur, dan kita kembali ke tenda.
Entah apa yang terjadi semalam, biarkanlah semua itu berlalu, mungkin itu hanya mimpiku saja, atau bahkan laki2 yang menyebut dirinya niko itu adalah pangeran di hayalanku. Dan malam itu, akan menjadi malam yang takkan terlupakan olehku.
''Niko,,, terimakasih untuk malam kemarin...'' bisik hatiku membawa langkahku menjauh dari tempat itu...
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar