Translate

Jumat, 01 Agustus 2014

DIANA

                 

                       Handie came udah, buku pulpen udah, baju, sepatu, tas, aksesoris udah, semuanya one direction punya, boy band asal london favoritku akan mengadakan konser untuk yang pertama kalinya di indonesia, maka dari itu aku persiapkan sesempurna mungkin penampilanku untuk hadir di konsernya.
''tiitt..tiitt...'' perfect, suara kadri mengklakson motornya sudah terdengar, saatnya untuk melaju. 
''zayn, liam, harry, louis, nial,, i'm coming soon...'' ku mencium tembok yang ku tempel poster berukuran besar one direction, aku rasa sepertinya aku kaya orang gila waktu itu
''praakk...'' sesuatu yang paling benci untukku dengar, entah barang apa lagi yang di banting, terlihat mama dan papa bertengkar, lagi dan lagi, entah apa penyebabnya aku tidak tahu, dan aku tidak mau tahu. kesal, sedih dan marah mungkin sudah menjadi sifatku di setiap harinya yang selalu menyaksikan perang mulut antara mama dan papa, bagiku itu sudah menjadi hal yang wajar, sudah menjadi kebiasaan mereka.
''diana,, mau kemana kamu?'' masih sempat2 nya ingin tahu urusanku, fikirku saat pertengkaran mereka berhenti sejenak, mama bertanya. kemudian aku pergi menemui kadri di luar yang sudah menunggu, tidak menghiraukan mereka mau ngomong apa, juga yang sedang banting-bantingan barang.
''udah siap semuanya, kita jalan sekarang'' aku dengan rasa gembira yang akan menonton konser band kesayangan.
''om dan tante ribut lagi??'' dari teman2 ku yang lain cuma kadri satu2nya teman yang paling dekat denganku, mungkin dia sudah menjadi sahabatku, tiap hari aku hanya bersamanya, dia mampu mengertiku, dia bisa menjadi kakak, ibu juga ayah untukku, bahkan kebiasaan bertengkar mama dan papaku dia sangat faham.
''kaya nggak tahu mama papa aja, udah yuk jalan, ntar keburu rame loh..!!'' aku ingin segera menuju lokasi konser. kadri kemudian menyalakan mesin motor ninja seksinya itu bergegas untuk melaju.
''eehh,,, tunggu,, tungguu..'' ada yang tertinggal, maka ku hentikan kadri melajukan motornya
''kenapa?'' kadri menengok ke arahku
''kado buat one direction ketinggalan, aku ambil dulu ke kamar bentar yah,,'' aku turun dari motor, ku lihat kadri menggeleng2 kan kepala, namun ku segera bergegas masuk.
Kali ini sepi, kemana perginya mama papa? mestinya harus mereka tahu, sebencinya aku terhadap mereka, akupun masih menghawatirkan mereka. aku melanjutkan melangkah ke kamarku
''praakk..'' lagi dan lagi, ku kira mereka sudah mengakhiri pertengkaran hari ini, ternyata malah tambah heboh pertengkaran mereka, tadinya aku tidak mau memperdulikan mereka, akupun tidak mau tahu urusan mereka, namun waktu itu ku lihat papa menampar mama sampai mama menangis, akupun masih mempunyai perasaan dan hati nurani, aku tidak tega melihat mama tersakiti, dan aku mendekati mereka
''pa,, apa yang papa lakukan?'' aku membentak papa yang sedang marah hebat, mama yang terdampar di lantai menangis kesakitan karna tamparan papa, ku peluk.
''kamu tidak usah ikut campur, jangan bela mama kamu ini yang keganjenan sama suami orang'' papa memarahiku. dari makian papa, aku tahu papa cemburu, itu berarti sesungguhnya papa pun sangat mencintai mama, mungkin hanya saja karna tidak bisa menahan emosinya.
''pa,, tapi bukan begini caranya, kenapa sih kalian selalu ribut sendiri? kalian tidak pernah menganggap aku ada?'' dan akhirnya aku menuntut hakku atas kasih sayang mereka sebagai orang tuaku
''kamu fikir kamu juga nggak kejanjenan sama istri orang?'' sakit sekali rasanya hatiku, mama dan papa sama sekali tidak menghiraukan kata-kataku, mama malah menantang papa untung melanjutkan bertengkar, tak terasa air mata mengalir deras dari mataku membasahi pipiku
''dasar wanita murahan...'' sepertinya emosi papa sudah memuncak, kembali lagi dia ingin memukul mama, tapi karena aku tidak tega melihat mama yang terus-terusan menangis, aku menghalangi papa untuk memukul mama, tanpa ku berfikir akhirnya pukulan papa mengenai kepalaku sampai aku terjatuh kebawah tangga, karna peristiwa itu terjadi tepat di sebelah tangga di lantai atas di rumahku. sempat ku rasakan sakit yang sangat hebat di kaki dan kepalaku, terdengar teriakan kadri dari luar memanggilku, dan setelah itu apa lagi yang terjadi entah aku tidak tahu.
                      Sepertinya aku tidur, saat ku membuka mata yang pertama kali ku lihat adalah botol infus yang tergantung dan selangnya yang menuju tanganku, entah apa yang terjadi, berapa lama aku tertidur.
''kadri'' ku lihat hanya kadri seorang yang ada di sebelahku
''diana.. akhirnya kamu sadar juga, kamu tunggu sebentar, aku panggil dokter dulu'' kemudian dia pergi, dari ucapan kadri pelan2 ku mengingat apa yang sudah terjadi denganku. dokter datang dan memeriksaku
''keadaan diana sekarang cukup stabil, tapi untuk sekarang harus banyak istirahat'' penjelasan dokter.
''terimakasih dokter'' kadri mengantarkan dokter ke luar kamar
''aku pengen nonton konser one direction, kita jalan sekarang dri'' aku masih ingat itu
''diana,, kamu masih sakit, kamu tidak dengar yang dokter katakan tadi?'' kadri menolak
''tapi aku pengen nonton dri, pertama kalinya one direction ke negara kita, aku juga ingin menyambut kedatangan mereka'' aku berusaha membujuk kadri
''mmmm,,, konser one direction... sudah di gelar kemaren'' kadri dengan ragu dan takut mengatakannya padaku. aku hanya diam memelototi kadri
''sudah sehari kamu di rumah sakit, sehari kamu nggak sadarkan diri'' jelasnya kadri jelaskan
''nggak dri,, aku harus ketemu mereka..'' aku menangis kecewa dengan apa yang sudah terjadi, bertahun-tahun ku menunggu moment bersama the boys one direction, setelah hampir kejadian aku tidak bisa hadir di konsernya.
''tapi konsernya udah berlalu di..'' kadri menenangkanku. Aku membangkang omongan kadri, berusaha bangkit sendiri dari ranjang pasien, tapi kakiku rasanya kaku dan sakit sekali, sangat susah untuk ku gerakkan.
''kakiku kenapa? kenapa sakit dan susah banget buat di gerakin??'' aku hanya ngomong sendiri
''dokter bilang urat syaraf di kaki kamu ada yang rusak dan patah, mungkin akibat kamu jatuh kemaren, makanya dokter bilang kamu harus banyak istirahat, nggak lama kok, paling 2 hari kamu sudah boleh pulang, asal kamu nurut'' kadri menjelaskan
''haaahhh..?? nggak mau dri, aku pengen nemuin one directin sekarang juga'' sukses ku hadirkan air mata, tak tertinggal sendu pun menghebohkan tangisku, kadri memelukku.
kemudian datang seseorang memasuki kamarku yang ternyata dia adalah mama..
''diana sayang,, gimana kamu sekarang? di mana yang sakit nak..?'' mama duduk di sebelahku, tapi aku tidak menghiraukannya, aku kembali berbaring dan memalingkan mukaku darinya, ku rasa kehadirannya hanya menghadirkan emosi di hatiku
''diana...'' lagi mama memanggilku, menyentuh pundakku
''sejak kapan mama perhatian sama aku? nggak usah ma, makasih, pertengkaran mama lebih penting'' aku marah dan kecewa
''maafkan mama nak, mama hanya tidak terima atas tuduhan papa kamu yang katanya mama selingkuh, padahal mama kerja, bukannya selingkuh,itupun kejadiannya sudah lama berlalu, sekitah 4 tahun yang lalu, tapi papa kamu masih saja keras kepala'' masih saja mama mengutamakan egonya. mungkin lebih baik aku diam.
''diana sayang... maafkan mama ya sayang'' fikirku paling hanya membujukku saja, jika seandainya aku maafkan paling juga ngulangin lagi.
aku masih diam
''diana...'' satu lagi yang datang, papa menemuiku
''untuk apa kalian datang? ingin memperlihatkan pertengkaran kalian lagi?'' sindirku
''maafkan papa sayang, tidak semestinya papa sekeras itu'' bujuk papa.
''kadri'' tidak akan ku hiraukan kehadiran mereka, aku sudah benar2 marah karena gara-gara mereka aku tidak bisa menonton band favoritku
''aku sudah baik banget, nampaknya di luar cuaca sangat bagus, boleh nggak aku jalan-jalan keluar?'' aku hanya berbicara pada kadri
''oh ya udah, aku antar kamu'' jawab kadri
''maaf om, tante, menurut aku sebaiknya biarkan dian tenang dulu'' aku dengar kadri berbisik dengan mama dan papa. karena sikapku yang acuh mereka pun tidak ada pilihan lain untuk menolak saran kadri.
                        3 hari berturut-turut aku lewati di rumah sakit, tiap hari bertemu orang sakit dan aku sendiri tengah sakit.
''saya rasa sudah tidak ada masalah lagi dengan diana, hari ini dia sudah boleh pulang'' dokter menjelaskan kepada kadri
''dokter serius??'' gembira yang tergambar di raut wajah kadri, akupun senang mendengarnya
''tapi untuk sekarang dia tidak boleh terlalu lelah karena kakinya masih belum terlalu kuat'' saran dokter
''oh, iya dok, makasih yah..'' aku sangat gembira.
Tapi kegembiraan itu perlahan hilang kembali mengingat aku hanya seorang diri, punya orang tua tapi seperti anak yatim piatu, hanya kadri satu2nya keluargaku, aku juga jadi tidak bisa lagi untuk mnonton konser one direction band favoritku yang sudah berlalu.
''udah,, jangan sedih dong,, kita beresin barang2 kamu, terus kita pulang, aku janji deh ntar malem aku traktir kamu makan di kafe favorit kita'' kadri terus membujukku. di saat sesusah apa pun aku tetap hanya kadri yang selalu ada di samping aku, akupun tersenyum manis menanggapi bujukannya.
saat ku melihat ke arah wajahnya, ku melihat terdapat luka memar di bagian keningnya, tadinya memang aku tidak mel;ihatnya karna tertutup oleh rambutnya, tapi setelah ku perhatikan baik-baik sepertinya itu luka yang lumayan cukup parah dan terasa sakit.
''kadri,, kening kamu kenapa?'' aku mengusap rambutnya menyingkirkannya dari memar yang tertutupi itu
''oh,, ini? nggak ko, nggak papa'' dia menutupinya dengan tangannya, alhasil akupun jadi mengetahui lukanya yang lain yang terletak di siku lengannya
''astaga,, kamu kenapa? di siku juga ada'' aku sedikit menyentuhnya
''auwh...'' dia kesakitan karna aku sentuh
''oh,, sakit yah? maaf... kamu kenapa sih? kamu nggak mau cerita sama aku?'' aku cemberut
''nggak,, bukan gitu,, aku cuma jatuh aja dari motor kemaren'' pengakuannya.
''ya ampun... kok bisa sih? lain kali hati-hati dong'' aku percaya. dia hanya senyum..
                         Malam kemudian.....
kadri datang menjemputku untuk menepati janjinya yang katanya akan menraktir aku makan malam di kafe favorit kita. 4 hari di rumah sakit, akupun rindu suasana luar, dan aku mengiyakan ajakan kadri.
sampai lah di kafe.
''ko sepi banget dri? jangan2 kafe nya libur hari ini?'' karena tidak ada satupun pengunjung yang datang, ku rasa kafe tutup hari ini.
''nggak ah,, kamu nggak denger di dalem ada suara musik merdu banget'' kadri lain nebak denganku. aku jadi bingung di buatnya
''selamat malam,,, selamat datang di kafe kami..'' sampai kita di depan pintu, si pelayan ramah menyamput kedatangan kita, ku rasa malam itu berbeda, tidak seperti biasanya.
dan kita masuk ke dalam.
''waaaahhhh,,,, indah banget'' benar2 berbeda, lilin kecil terpajang banyak sekali membentuk nama ku ''DIANA'' di sebelah meja yang kadri pesan untuk kita makan, alunan musik lagu favoritku yang berjudul ''diana'' dari one direction mulai di nyalakan, saat pelayan datang menawari makanan ke kita aku serasa di manja, serasa di perlakukan seperti putri raja, entah kerjaan siapa itu semua
''kamu bahagia malam ini?'' dari pertanyaan kadri itu aku bisa menebak siapa yang ada di balik semua itu
''ini semua kerjaan kamu?'' aku ingi tahu. kadri hanya tersenyum
''diana... let me be the one to light a fire inside those eyes, you can love me, you don't even know me, but i can feel your crying,
diana.. let me be the one to lift your heart up and save your life, i don't think you'll even realize, baby you'll be saving mine'' tiba2 5 orang laki2 menyanyikan lagu itu dari belakangku, lagu favoritku yang berjudul diana dari one direction, yang membuat aku serasa melayang, suara mereka mirip sekali dengan suara zayn, liam, louis, hary dan nial, the boys one direction. awalnya aku tidak tahu siapa mereka, mereka mengenakan topeng, 5 orang, bergaya sama persis seperti the boys, sempat aku mikir paling itu juga kerjaan kadri yang nyuruh temen2 nya untuk bergaya seperti mereka buat menghibur aku..
''we all need something, this can't be over now, if i could hold yeah, swear i'll never put you down..'' namun serasa detak jantungku berhenti, seperti hadir semut-semut kecil dari dari bawah menyerbu kakiku, kemudian tanganku, kemudian tubuhku, kaku bibirku, tidak dapat mengucapkan kata, senyumpun sangat susah, seakan tidak percaya saat hary melanjutkan menyanyi dan kemudian mereka ber 5 melepaskan topeng hallo kity yang mereka gunakan, ternyata mereka adalah benar-benar the boys one direction...
''sureprize...'' mereka dengan kompak teriak memberikan kejutan untukku atas kehadiran mereka. aku bengong dengan mulut menganga karna tidak percaya.
''how can you be here..?'' akhirnya aku bisa bicara.. mereka hanya senyum, membuka tangan mereka mempersilahkan aku memeluk mereka.
yess...!! akhirnya aku bisa bertemu dengan mereka, bukan hanya bertemu juga bisa berkumpul dan berpelukan bersama mereka.
''we're sorry made you've best friend until the wound'' ujar nial mengawali
''what do you mean?'' aku tidak mengerti siapa yang ia maksud temanku
''the security guard hurt your friend because want to meet us and asking to meet you in here tonight'' hary menjelaskan. aku masih belum mengerti..
''apakah yang di maksud mereka itu adalah kamu?'' aku ingin tahu bertanya pada kadri. tapi dia tidak menjawab, meski begitu aku bisa menebak dan mencari tahu sendiri bahwa ternyata luka memar di kepala dan siku lengannya itu bukan karna jatuh dari motor melainkan untuk bertemu one direction dan memintanya untuk menemuiku
''aku tahu sekarang,, jadi kamu bohongin aku dri?'' nukannya aku menyalahkan kadri, hanya aku ingin bertanya dan dia menjawab dengan sebenar-benarnya
''maaf di,, bukan maksud aku bohongin kamu, aku hanya nggak mau buat kamu cemas'' jelasnya.
kemudian mama dan papaku hadir di malam itu.
''diana sayang... apakah kamu bahagia? maafkan papa nak..'' ujar papa
''iya sayang,, mama juga minta maaf sama kamu'' mama kemudian, mereka memang terlihat akrab tapi sejujurnya aku tidak menginginkan kehadiran mereka
''mau apa kalian kesini'' aku cemberut karna ku rasa mereka hanya akan membuat suasana bahagiaku bersama one direction jadi berantakan.
''diana,, kamu harus tahu, mama dan papa kamu yang membayar lebih dan merayu manager one direction untuk datang menemui kamu'' pengakuan kadri
''haaahhh...?'' aku kaget
''maafkan mama dan papa sayang,, kita tahu dan kita menyadari bahwa selama ini kita salah, kita janji kita tidak akan lagi bertengkar dan menyia-nyiakan waktu kebersamaan kita terbuang'' kata mama. aku masih acuh. sejujurnya aku jadi malu terhadap the boys one direction, kenapa harus hadir mama dan papa.
''diana anak papa,, pukul lah papa, caci dan maki lah papa sepuas hati kamu jika memang papa dan mama salah di mata kamu, tapi papa mohon sama kamu tolong jangan seperti ini, papa dan mama sangat menyayangi kamu sayang..'' papa membujukku. entah apa yang sudah terjadi diantara mereka sehingga mereka bisa rukun seperti keluarga yang sesungguhnya.
''diana.. jangan kaya gini dong,, malu kan sama one direction, lagian kan permasalahannya sudah selesai, mama dan papa kamu sudah benar2 menyesali atas perbuatan mereka di, ayo dong,, kita bersenang-senang malam ini bersama one direction, besok mereka kembali ke london loh..!!'' bujuk kadri lagi
''maafkan mama sayang...'' mama dari belakang memaksa memelukku padahal aku memberontak, tapi ia tidak menyerah dan makin erat memelukku, kemudian juga papa hingga akhirnya hatiku luluh dan tak bisa lagi marah terhadap mereka
''kalian tahu nggak..? aku benci banget sama kalian...'' aku teriak menangis di pelukan mama dan papa tidak bisa memberontak
''iya sayang mama tahu'' mama
''papa juga tahu sayang..''papa.
Hanya itu, namun hangat pelukan mereka memusnahkan egoku, tenang dan damai lagi ku rasakan, keharuan terjadi di tengah kita, tangis pun tertumpah
''come on everybody,, we got to singing together....'' nial meramaikan,, dan kita bersenang-senang bersama.
Bahagia.... serasa sempurna yg ku impikan selama ini terjadi di hidupku, mama dan papa yang ku sayangi, kadri sahabatku yang ku cintai seperti saudaraku sendiri, di tambah lagi dengan kehadiran the boys one direction yang sangat aku kagumi,, hatiku bicara
''terima kasih tuhan''......

                                       SELESAI
Ikut ngeramein kebahagiaan diana kita juga ikut nyanyi yuk di www.onedirection.com


by; aya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar